Kejuaraan Dunia BWF 2026: Jonatan Christie Lolos Usai Laga Tiga Gim

Jonatan bangkit setelah kehilangan gim pertama dan menaklukkan Jia Heng Jason Teh dengan skor 19-21, 21-19, 21-11.

Jonatan Christie
Jonatan Christie dkk diminta untuk menambah porsi latihan setelah tak ada juara All England 2019 di tunggal putra. (Images via Reuters)

JAVANEWS.ONLINE, NEW DELHI — Jonatan Christie melangkah ke babak berikutnya Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah melewati pertandingan tiga gim melawan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh. Tunggal putra Indonesia itu menang dengan skor 19-21, 21-19, dan 21-11 pada laga babak 32 besar di New Delhi, India.

Kemenangan tersebut diraih melalui perjuangan yang tidak mudah. Jonatan mengakui sempat bermain tegang dan kurang percaya diri dalam menerapkan pola permainan yang telah disiapkan. Kondisi itu membuatnya kehilangan gim pertama meski sempat berusaha mengejar pada poin-poin akhir.

Bangkit Setelah Kehilangan Gim Pertama

Pada gim kedua, Jonatan mulai keluar dari tekanan dan tampil lebih berani. Ia sempat unggul jauh, tetapi lawan mengubah pola permainan dan mampu memperkecil jarak. Jonatan akhirnya menjaga ketenangan untuk menutup gim dengan skor 21-19 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Memasuki gim ketiga, permainan lawan semakin terbaca. Jonatan dapat mengendalikan reli, mengurangi keraguan dalam mengambil keputusan, dan menekan sejak awal. Perubahan tersebut membawanya menang cukup meyakinkan dengan skor 21-11.

Adaptasi Menjadi Kunci

Jonatan menilai setiap pertandingan selalu memberi pelajaran, baik di Kejuaraan Dunia maupun turnamen lainnya. Kondisi lapangan, karakter shuttlecock, arah angin, dan pola lawan menuntut pemain melakukan penyesuaian secara cepat.

Pada babak pertama sehari sebelumnya, Jonatan juga mencatat kemenangan dua gim langsung atas Matthias Kicklitz dari Jerman dengan skor 21-15 dan 21-14. Dua kemenangan beruntun tersebut menjadi modal penting, tetapi persaingan diperkirakan semakin ketat pada fase selanjutnya.

Persaingan Tunggal Putra Semakin Merata

Jonatan sebelumnya menyebut persaingan tunggal putra dunia kini semakin merata. Pemain muda dari berbagai negara mampu bersaing di level atas dan tidak lagi sekadar menghadirkan kejutan. Karena itu, peringkat unggulan tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran hasil pertandingan.

Bagi Jonatan, fokus utama adalah kesiapan pada hari pertandingan, ketepatan eksekusi strategi, serta kemampuan menyesuaikan permainan ketika situasi berubah. Konsistensi dalam tiga aspek tersebut diperlukan untuk menjaga peluang Indonesia di turnamen individual paling bergengsi ini.

Sumber: PBSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *