BMKG: Awal September Didominasi Cuaca Panas, Hujan Lokal Tetap Berpeluang

Ilustrasi cuaca panas kering dan hujan lokal di Indonesia
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

JAVANEWS.ONLINE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan awal September 2026 masih didominasi kondisi panas dan relatif kering di banyak wilayah Indonesia. Meski demikian, hujan lokal dengan intensitas bervariasi serta angin kencang tetap berpeluang terjadi.

Kemarau masih mendominasi

BMKG memprakirakan curah hujan pada sebagian besar wilayah hingga pertengahan September berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian. Curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian diperkirakan mendominasi Sumatra bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.

Kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh El Niño kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole positif. Kedua fenomena ini secara umum membatasi suplai uap air dan mempertahankan kondisi kering di berbagai daerah.

Hujan lokal tetap berpeluang

Untuk periode 1–3 September, hujan sedang berpeluang meningkat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan. Aceh berada pada kategori siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat.

Pada 4–7 September, peningkatan hujan sedang perlu diwaspadai di Aceh, Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua. Papua Pegunungan diprakirakan berada pada kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat.

BMKG menjelaskan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation, Gelombang Rossby Ekuator, serta daerah pertemuan angin masih dapat mendukung pembentukan awan di sejumlah wilayah. Namun, hujan cenderung bersifat sporadis dan berdurasi relatif singkat.

Suhu maksimum sempat melampaui 36 derajat

Pada 27–30 Agustus, suhu maksimum tercatat melampaui 36 derajat Celsius di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Lampung. Minimnya tutupan awan pada pagi hingga siang meningkatkan pemanasan permukaan.

Di tengah dominasi kondisi kering, hujan lebat sebelumnya juga tercatat di Riau sebesar 86 milimeter per hari, Sumatera Utara 83 milimeter, Papua 80 milimeter, serta Kepulauan Riau 63 milimeter per hari.

Waspadai panas, kekeringan, dan angin kencang

BMKG mengimbau masyarakat menjaga kecukupan cairan, menggunakan pelindung dari sinar matahari, dan menghemat air. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api.

Saat cuaca buruk, warga perlu mewaspadai pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir. Informasi terbaru sebaiknya dipantau melalui situs BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan kanal resmi lembaga tersebut.

Sumber: BMKG, diperbarui 31 Agustus 2026.

Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *