JAVANEWS.ONLINE – Gempa bumi mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 15.03.29 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memutakhirkan magnitudo gempa menjadi M5,4 dan memastikan peristiwa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa berada di laut
Hasil analisis BMKG menempatkan episenter pada koordinat 8,21 derajat Lintang Selatan dan 120,57 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 46 kilometer timur laut Ruteng, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa tergolong dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan kombinasi mendatar dan turun atau oblique normal.
Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah
Guncangan tercatat pada intensitas IV MMI di Lamba Leda, Reok, Sambi Rampas, Ruteng, dan Borong. Pada skala tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan dapat membuat pintu atau jendela berderik.
Intensitas III MMI dilaporkan di Bajawa, Labuan Bajo, dan Mbay. Getaran pada tingkat ini umumnya terasa nyata di dalam rumah dan seolah-olah ada kendaraan berat melintas.
Bagian dari rangkaian gempa susulan
Menurut BMKG, gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian susulan setelah gempa Flores bermagnitudo M7,7 pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WIB. Hingga 31 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, BMKG telah memantau 10.386 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M6,2.
Jumlah susulan yang besar tidak mengubah kesimpulan bahwa gempa M5,4 pada 31 Agustus tidak berpotensi tsunami. Pemutakhiran magnitudo dari informasi awal merupakan bagian dari proses analisis lanjutan menggunakan data seismik yang lebih lengkap.
Warga diminta tetap tenang
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Warga juga diminta memeriksa keamanan bangunan sebelum kembali masuk dan hanya mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG.
Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, 31 Agustus 2026.
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).












