Jakarta Pusat dan BBPOM Evaluasi Keamanan Pangan di Kelurahan, Sekolah, dan Pasar

Ilustrasi AI meja pengolahan pangan bersih dengan sayuran dan wadah tertutup
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

JAVANEWS.ONLINE — Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jakarta menggelar evaluasi Program Intervensi Keamanan Pangan Terpadu pada Kamis (22/10/2026). Forum meninjau pelaksanaan program di kelurahan, sekolah, dan pasar.

Menurut laporan Beritajakarta, tiga fokusnya ialah Kelurahan Pangan Aman, pembudayaan keamanan pangan di sekolah, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menekankan keterlibatan masyarakat, dunia pendidikan, pengelola pasar, dan pelaku usaha. Evaluasi diharapkan menghasilkan rekomendasi serta tindak lanjut yang menjaga keberlanjutan program.

Kepala BBPOM di Jakarta Jeffeta Pradeko Putra menjelaskan bahwa pemantauan mandiri dan komitmen pemangku kepentingan menjadi unsur penting. Selama 2026, BBPOM menyebut telah melakukan intervensi di 19 kelurahan, 14 sekolah, dan satu pasar.

Angka cakupan tersebut merupakan keterangan program BBPOM yang disampaikan dalam forum. Evaluasi diarahkan pada peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kebiasaan menjaga pangan aman, dengan peluang memperluas praktik yang telah berjalan.

Sumber: Beritajakarta, 22 Oktober 2026. Disarikan Redaksi JavaNews.