JAVANEWS.ONLINE — Kementerian Sosial dan BRIN menyepakati pemanfaatan riset serta teknologi dalam negeri untuk memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kesepakatan ditandatangani di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026).
Menurut laporan ANTARA, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala BRIN Arif Satria menandatangani nota kesepahaman tersebut. Kemensos membutuhkan dukungan penelitian untuk memperbaiki tata kelola sekolah.
Ruang kerja sama mencakup teknologi pengolahan sampah, solusi air bersih untuk sekitar 14 lokasi, dan pemanfaatan sepatu berbahan karet produksi dalam negeri bagi siswa pada tahun ajaran baru.
BRIN juga akan meneliti serta mengevaluasi proses belajar mengajar. Dukungan itu diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan dan penguatan penyelenggaraan yang inklusif.
Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan bagi anak keluarga berpenghasilan rendah, termasuk anak putus sekolah dan yang belum pernah bersekolah. Berita ini menjelaskan kesepakatan pengembangan, bukan menyatakan seluruh inovasi sudah dipasang.
Sumber: ANTARA, 8 Oktober 2026. Disarikan oleh Redaksi JavaNews.








