OMC di Kalimantan Barat Buahkan Hujan, BMKG Perkuat Penanganan Karhutla

Ilustrasi kawasan hutan Indonesia untuk Operasi Modifikasi Cuaca dan penanganan karhutla Kalimantan Barat

JAVANEWS.ONLINE — Kalimantan Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengoptimalkan dukungan analisis cuaca dan pemantauan dinamika atmosfer untuk menyukseskan Operasi Modifikasi Cuaca dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

BMKG menyebut pendekatan berbasis teknologi tersebut berhasil memicu hujan yang membasahi lahan gambut dan membantu memadamkan titik api di sejumlah lokasi rawan. Operasi dilakukan dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan awan hujan berdasarkan kondisi atmosfer yang dipantau secara berkelanjutan.

Tim BMKG memonitor pergerakan massa awan, arah angin, kelembapan udara, dan kondisi atmosfer secara real-time agar penyemaian awan dapat dilakukan pada sasaran yang tepat. Dukungan data meteorologi menjadi penting karena keberhasilan OMC sangat bergantung pada waktu dan lokasi operasi.

Pelaksanaan penanganan karhutla dilakukan melalui koordinasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, dan pemerintah daerah. Kolaborasi lintas lembaga tersebut bertujuan memperkuat pencegahan sekaligus mempercepat penanganan kebakaran di kawasan rentan.

Data BMKG juga menunjukkan operasi pembasahan gambut dan penanganan karhutla di Kalimantan Barat berlangsung dalam beberapa periode pada akhir Agustus hingga September 2026. OMC menjadi salah satu instrumen pendukung untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran ketika kondisi cuaca memungkinkan.

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 5 September 2026.

Foto: Aldri Suganda/Unsplash. Ilustrasi visual untuk artikel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *