JavaNews.online – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menetapkan Aceh dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada 13 September 2026.
Peningkatan curah hujan dapat memicu dampak hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan, dan gangguan transportasi. Risiko dapat meningkat di daerah dengan topografi curam, kawasan aliran sungai, dan permukiman dengan drainase terbatas.
BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Warga dianjurkan membersihkan saluran air, menghindari aktivitas di dekat sungai saat hujan deras, memperhatikan kondisi lereng, dan menyiapkan jalur evakuasi apabila tinggal di wilayah rawan.
Pengendara perlu mengurangi kecepatan ketika jarak pandang menurun dan tidak memaksakan melintasi jalan yang tergenang. Masyarakat juga diminta memastikan informasi cuaca berasal dari kanal resmi dan mengikuti arahan petugas penanggulangan bencana.
Peringatan dini bersifat dinamis dan dapat diperbarui berdasarkan perkembangan atmosfer terkini.
Sumber: Peringatan dini cuaca BMKG, 13 September 2026.












