Ekonom Dorong Percepatan Investasi Hijau Usai Pertemuan IMF–Bank Dunia

Ilustrasi AI investasi kesehatan dan pendidikan banten; bukan foto kejadian.
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Bukan foto kejadian.

JAVANEWS.ONLINE, JAKARTA — Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai Indonesia perlu mempercepat realisasi proyek investasi hijau yang memberikan manfaat ekonomi terukur setelah pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bangkok, Thailand.

Pernyataan itu dilaporkan ANTARA pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Josua menekankan bahwa komitmen pendanaan internasional perlu diterjemahkan menjadi proyek yang siap dijalankan, bukan berhenti pada pernyataan kerja sama.

Kepastian proyek dan pembiayaan

Menurut Josua, penyiapan investasi memerlukan kepastian regulasi, sumber pendapatan proyek, serta skema pembiayaan yang jelas. Ketiga unsur tersebut membantu investor dan lembaga keuangan menilai kelayakan serta risiko suatu proyek.

Investasi hijau dapat mencakup pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, dan infrastruktur beremisi rendah. Namun, keberhasilan pelaksanaan bergantung pada kesiapan teknis dan finansial tiap proyek, sehingga tidak semua komitmen otomatis berubah menjadi realisasi.

Peluang bagi perekonomian

Indonesia memiliki sejumlah proyek energi bersih yang dapat menjadi rujukan pengembangan berikutnya. Salah satunya PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat yang menjadi bagian dari pengembangan pembangkit energi terbarukan nasional.

Percepatan investasi diharapkan tidak hanya menambah kapasitas infrastruktur, tetapi juga mendorong penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan keterlibatan pelaku usaha domestik. Manfaat tersebut tetap perlu diukur berdasarkan capaian proyek yang benar-benar terlaksana.

Sumber: ANTARA, 17 Oktober 2026 pukul 15.35 WIB.

Gambar utama: ilustrasi AI, bukan dokumentasi peristiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *