KKI 2026 Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Inovasi dan Regenerasi UMKM

Gen Z dan milenial dinilai memiliki modal kuat untuk memperluas inovasi, pasar, dan keberlanjutan usaha kreatif Indonesia.

Gedung Museum Bank Indonesia di Jakarta
Gedung Museum Bank Indonesia di Jakarta. Foto: Chainwit/Wikimedia Commons, CC BY 4.0.

JAVANEWS.ONLINE, JAKARTA — Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar sebagai pencipta, inovator, dan wirausaha. Dorongan itu dinilai penting untuk memastikan regenerasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada sektor kreatif yang mengandalkan ide, identitas budaya, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi.

Dalam rangkaian KKI 2026 di Jakarta International Convention Center, Bank Indonesia menempatkan generasi Z dan milenial sebagai kekuatan strategis ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2025 yang dikutip BI, kedua kelompok tersebut mencapai 49,27 persen dari total 284,67 juta penduduk Indonesia. Sekitar 63 persen tenaga kerja ekonomi kreatif juga berasal dari kelompok usia tersebut.

Generasi Muda Bukan Sekadar Konsumen

Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengatakan anak muda perlu bergerak dari posisi konsumen menjadi pencipta nilai. Mereka diharapkan berani membangun usaha, mengembangkan inovasi, serta membawa produk lokal menembus pasar yang lebih luas.

Pesan tersebut disampaikan dalam Youth Talk bertema “Kreasi Karya, Generasi Berdaya: Muda Berkarya, Waktunya Jadi Nyata”. Forum itu mempertemukan anak muda, pelaku industri kreatif, serta pemangku kebijakan untuk membahas peluang dan tantangan kewirausahaan di tengah perubahan perilaku konsumen.

Regenerasi UMKM dan Warisan Budaya

Regenerasi menjadi bagian penting karena banyak produk UMKM Indonesia lahir dari keterampilan yang diwariskan lintas generasi, termasuk kerajinan, wastra, kuliner, dan produk berbasis budaya. Tanpa keterlibatan anak muda, kesinambungan keahlian dan usaha tersebut berisiko melemah.

Di sisi lain, generasi muda memiliki keunggulan dalam pemanfaatan media sosial, perdagangan digital, desain, dan komunikasi merek. Kemampuan itu dapat membantu produk UMKM tampil lebih relevan tanpa kehilangan identitas lokalnya. Kolaborasi antara pengalaman pelaku usaha senior dan kreativitas generasi baru diharapkan melahirkan model bisnis yang lebih tangguh.

Ekosistem Ekonomi Kreatif Diperkuat

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan pengembangan talenta muda dilakukan melalui delapan klaster ASTA EKRAF serta rencana strategis 2026–2029. Penguatan tersebut mencakup peningkatan keterampilan, akses pasar, pembiayaan, dan jejaring kolaborasi.

Bagi pelaku UMKM, agenda KKI tidak hanya menjadi ruang promosi. Kegiatan ini juga membuka kesempatan untuk menguji respons pasar, membangun kemitraan, serta mempelajari tren konsumen. Ketika dukungan kebijakan, akses digital, dan kapasitas usaha berjalan bersama, generasi muda berpeluang menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sumber: Bank Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *