JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta pemerintah daerah membantu lulusan pelatihan mengakses informasi pekerjaan, permodalan, pasar, dan pendampingan usaha. Arahan itu disampaikan dalam keterangan pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurut Menaker, keberhasilan pelatihan perlu terlihat dari pemanfaatan keterampilan setelah peserta menyelesaikan pembelajaran. Sertifikat diharapkan mencerminkan kemampuan nyata untuk bekerja atau membangun usaha.
Salah satu program yang dirujuk adalah Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi. Program mencakup 100 paket pelatihan vokasi bagi 1.600 calon peserta dalam empat klaster ekonomi.
Pelatihan dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober selama dua pekan. Bidangnya mencakup keterampilan digital dan perkantoran, pangan dan kuliner, garmen dan fesyen, serta kecantikan.
Pelaksanaan melibatkan perangkat daerah dan lembaga masyarakat. Penyesuaian dengan kebutuhan pasar kerja lokal menjadi bagian penting agar keterampilan peserta relevan dengan peluang yang tersedia.
Jadwal dan jumlah peserta merupakan informasi program yang disampaikan per 13 Oktober. Berita ini tidak menyatakan seluruh peserta sudah memperoleh pekerjaan atau seluruh pelatihan telah selesai.
Sumber: ANTARA, 13 Oktober 2026. Ditulis ulang oleh Redaksi JavaNews.
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Bukan foto kejadian.












