Rektor Unimus Tekankan Tata Kelola dan Evaluasi Dampak Program MBG

Ilustrasi AI pendidikan dan penelitian; bukan foto kejadian.
Ilustrasi AI orisinal JavaNews. Bukan foto kejadian.

JAVANEWS.ONLINE — Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang Masrukhi menilai Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang, pengelolaan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta evaluasi dampak bagi masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan di Semarang pada Sabtu (10/10/2026), sebagaimana dilaporkan ANTARA. Menurut Masrukhi, pembahasan MBG perlu menghubungkan dimensi filosofis, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan tata kelola.

Ia mengaitkan program itu dengan tanggung jawab negara dalam membantu pertumbuhan generasi yang sehat dan berkualitas. Pengalaman penyelenggaraan makan sekolah di sejumlah negara juga dinilai dapat menjadi bahan pembelajaran.

Masrukhi menyebut Swedia, Finlandia, Korea Selatan, dan Jepang sebagai contoh yang dapat dipelajari untuk memperkuat pelaksanaan di Indonesia.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian akademisi mengenai arah pengelolaan program. Evaluasi yang mengukur manfaat nyata tetap menjadi bagian penting agar tujuan pembangunan manusia dapat ditelusuri secara jelas.

Sumber: ANTARA, 10 Oktober 2026. Disarikan oleh Redaksi JavaNews.