JAKARTA — Kementerian Kesehatan memperkuat Sandbox Kesehatan sebagai ruang uji coba terkendali bagi inovasi teknologi sebelum diterapkan lebih luas. Kebijakan tersebut menjadi salah satu fokus Health Innovation Showcase 2026 di Jakarta pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan transformasi digital harus meningkatkan mutu, efisiensi, dan akses pelayanan, bukan sekadar memindahkan pencatatan manual ke layar.
SATUSEHAT terhubung ke lebih dari 43 ribu fasilitas
Platform SATUSEHAT kini terhubung dengan lebih dari 43 ribu fasilitas pelayanan kesehatan, mencakup hampir seluruh rumah sakit dan lebih dari 90 persen puskesmas. Rekam medis elektronik dapat dikelola berkesinambungan dan diakses lintas fasilitas sesuai ketentuan serta persetujuan pasien.
Sepanjang 2023–2025, sebanyak 60 inovasi kesehatan lolos verifikasi Sandbox Kesehatan. Sebanyak 39 inovasi di antaranya memperoleh tanda daftar resmi. Pendaftaran periode berikutnya dijadwalkan dibuka pada akhir 2026.
AI mendukung, bukan menggantikan dokter
Dalam ajang tersebut, 11 inovator mempresentasikan solusi yang dinilai dari kesiapan penerapan, penerimaan masyarakat, dan potensi integrasi dengan SATUSEHAT. Pemanfaatan AI antara lain dikembangkan untuk mendukung pemeriksaan genetik dan merangkum percakapan klinis menjadi catatan medis.
Kemenkes menegaskan AI harus menjadi alat bantu tenaga kesehatan, bukan pengganti pertimbangan klinis dokter. Kualitas, keamanan, dan perlindungan data pasien tetap menjadi syarat utama.
Pendekatan tersebut sejalan dengan pentingnya tata kelola teknologi. JavaNews sebelumnya memberitakan perlunya tata kelola dan keamanan dalam adopsi AI.
Tanggal peristiwa: 27 Oktober 2026.
Sumber: Kementerian Kesehatan.













Respon (1)