Jakarta, JavaNews.online — Indonesia Youth Summit 2026 menjadi forum konsolidasi gagasan pembangunan kepemudaan menjelang peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, pakar, pemerintah daerah, dan perwakilan generasi muda.
Forum berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 29–30 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian Hari Sumpah Pemuda ke-98. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berharap pertemuan itu memperkuat persatuan sekaligus menyatukan harapan pemuda dalam menghadapi perubahan global.
Merumuskan arah pembangunan kepemudaan
Indonesia Youth Summit dirancang untuk membahas potensi, persoalan, dan langkah bersama yang perlu disiapkan menuju satu abad Sumpah Pemuda. Pemerintah menilai persiapan tidak dapat menunggu hingga 2028 karena kebijakan kepemudaan membutuhkan arah jangka panjang dan kerja lintas sektor.
Forum melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, jajaran menteri, pemerintah daerah, akademisi, serta pakar kepemudaan. Komposisi peserta tersebut diharapkan menghasilkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi program, bukan berhenti pada diskusi seremonial.
Menpora menempatkan pemuda sebagai unsur penting dalam menghadapi perubahan ekonomi, geopolitik, dan digitalisasi. Tantangannya tidak seragam, sehingga kebijakan perlu mempertimbangkan akses pendidikan, kesiapan kerja, kesehatan mental, ruang partisipasi, dan kesempatan mengembangkan potensi.
Pengangguran dan kesehatan mental menjadi perhatian
Dalam konferensi pers pada Kamis, 29 Oktober, Erick menyoroti gambaran tantangan pemuda di tingkat global. Ia menyebut sekitar 65 juta pemuda menganggur, satu dari tujuh menghadapi persoalan kesehatan mental, dan satu dari lima tidak memiliki kesempatan yang memadai untuk mengembangkan diri.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa bonus demografi tidak otomatis menghasilkan kemajuan. Kualitas pendidikan, penciptaan lapangan kerja, layanan kesehatan mental, literasi digital, dan dukungan terhadap kreativitas menjadi bagian penting dari agenda pembangunan kepemudaan.
Pemerintah juga menilai transformasi kepemudaan membutuhkan kepemimpinan dan koordinasi antarlembaga. Perubahan global bergerak cepat, sementara kebutuhan pemuda berbeda antara wilayah perkotaan, pedesaan, kepulauan, serta kelompok dengan kondisi sosial ekonomi yang beragam.
Semangat persatuan diterjemahkan menjadi karya
Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda, persatuan diharapkan diterjemahkan melalui kolaborasi dan karya nyata. Organisasi kepemudaan, kampus, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah daerah memiliki ruang untuk menyusun program yang memperluas kesempatan belajar, bekerja, dan berpartisipasi.
Semangat serupa juga terlihat dalam penguatan organisasi alumni dan kepemudaan di daerah. JavaNews sebelumnya memberitakan pengukuhan pengurus PA GMNI Jawa Barat 2026–2031 yang menekankan konsolidasi organisasi dan kontribusi bagi masyarakat.
Indonesia Youth Summit 2026 diharapkan menjadi langkah awal penyusunan arah kepemudaan yang lebih terukur. Hasil pembahasan perlu ditindaklanjuti dengan program yang memiliki sasaran, pembagian peran, dan evaluasi agar kebutuhan pemuda tidak hanya menjadi tema tahunan.
Tanggal peristiwa: 29–30 Oktober 2026.
Sumber: ANTARA, 30 Oktober 2026.












