ILO: Akses Keuangan Perlu Disertai Ketahanan Finansial Keluarga dan Pekerja

Arsip redaksi 15 Oktober 2026. Pertama diunggah daring pada 22 Oktober 2026.

Ilustrasi AI perencanaan keuangan keluarga dan ketahanan finansial
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

JAVANEWS.ONLINE — Organisasi Perburuhan Internasional menilai perluasan akses layanan keuangan perlu diikuti penguatan kesehatan finansial masyarakat. Pandangan tersebut disampaikan Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Simrin C. Singh dalam Financial Health Pathways Forum di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

ANTARA melaporkan bahwa kepemilikan akses keuangan belum otomatis menjamin kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari dan merencanakan masa depan. Kualitas pekerjaan, kestabilan pendapatan, serta perlindungan sosial ikut menentukan ketahanan ekonomi.

ILO menekankan keterlibatan pemerintah, pengusaha, dan organisasi pekerja dalam memperkuat pekerjaan layak. Layanan tabungan, pembayaran, dan asuransi juga diharapkan transparan serta sesuai kebutuhan pengguna.

Forum tersebut turut membahas pendidikan keuangan dan dukungan kepada pekerja informal maupun UMKM agar pemanfaatan pembiayaan tidak menambah beban utang secara berlebihan.

ILO bersama Kemenko Perekonomian dan OJK juga meluncurkan fase ketiga proyek dukungan kesehatan finansial usaha kecil dalam berbagai rantai pasok daerah.

Sumber: ANTARA, 15 Oktober 2026. Disarikan Redaksi JavaNews.