Kemenhub Bahas Kesiapsiagaan Penerbangan Menghadapi Bencana di Bandung

Ilustrasi AI transportasi dan mobilitas; bukan foto kejadian.
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Bukan foto kejadian.

Arsip retrospektif — Peristiwa/penjelasan 2 Oktober 2026. Artikel ini diterbitkan pada 13 Oktober 2026 dengan waktu publikasi sebenarnya.

BANDUNG — Kementerian Perhubungan menekankan penguatan koordinasi untuk menghadapi gangguan bencana terhadap penerbangan nasional dalam lokakarya di Bandung, Jumat, 2 Oktober 2026.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Achmad Setiyo Prabowo menyampaikan bahwa keselamatan menjadi dasar pengambilan keputusan operasional dalam keadaan darurat.

Pembahasan mencakup pengalaman menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta abu vulkanik. Kondisi lingkungan yang tidak aman dapat mengakibatkan penundaan, pembatalan penerbangan, atau penutupan sementara bandara.

Koordinasi melibatkan regulator, pengelola bandar udara, maskapai, AirNav Indonesia, dan pemangku kepentingan lain. Kerja bersama dibutuhkan agar penanganan gangguan berlangsung cepat dan layanan kepada penumpang tetap terkendali.

Kemenhub menjadikan kejadian sebelumnya sebagai bahan evaluasi kesiapsiagaan. Upaya menjaga kelancaran penerbangan tetap dilakukan dalam batas keselamatan, sehingga keinginan mempertahankan layanan tidak mengesampingkan kondisi nyata di lapangan.

Sumber rujukan: ANTARA. Ditulis ulang secara orisinal oleh Redaksi JavaNews.

Gambar utama: ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), bukan foto dokumentasi peristiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *