Transisi Bandung Zoo, Pemkot Prioritaskan Penanganan Eks Pekerja

Ilustrasi AI pariwisata dan kebudayaan; bukan foto kejadian.
Ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Bukan foto kejadian.

Arsip retrospektif — Peristiwa/penjelasan 4 Oktober 2026. Diterbitkan 13 Oktober 2026 dengan waktu publikasi sebenarnya.

BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung memprioritaskan penyelesaian persoalan sosial eks pekerja dalam transisi pengelolaan Bandung Zoo. Wali Kota Muhammad Farhan menyampaikan penjelasan itu pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Penataan masa transisi dilakukan sebelum revitalisasi dilanjutkan bersama pengelola baru, Faunaland. Pemkot berfokus menyiapkan kesempatan kerja bagi pekerja yang terdampak.

Menurut laporan ANTARA, sebanyak 57 orang dari total 121 eks karyawan tercatat terdampak perubahan pengelolaan. Pengalaman mereka mencakup perawatan satwa, pertamanan, operasional, pelayanan tiket, hingga administrasi.

Dinas Ketenagakerjaan menjadikan hasil asesmen sebagai salah satu dasar penempatan. Kompetensi pekerja serta kebutuhan tenaga kerja dipertimbangkan dalam menyiapkan peluang yang sesuai.

Pengelola baru juga mempersiapkan kawasan, fasilitas, dan organisasi untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan. Pernyataan tersebut menggambarkan proses persiapan, sehingga tidak dapat diartikan sebagai pengumuman bahwa kebun binatang sudah kembali dibuka untuk umum.

Sumber rujukan: ANTARA. Ditulis ulang secara orisinal oleh Redaksi JavaNews.

Gambar utama: ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), bukan foto dokumentasi peristiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *