Arsip retrospektif — Peristiwa/penjelasan 12 Oktober 2026. Diterbitkan 13 Oktober 2026 dengan waktu publikasi sebenarnya.
PALANGKA RAYA — OJK Kalimantan Tengah menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan daerah tetap terjaga di tengah dampak karhutla. Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan penjelasan itu pada Senin, 12 Oktober 2026.
Ketahanan dinilai dari fungsi intermediasi, kualitas pembiayaan, serta layanan keuangan bagi masyarakat dan dunia usaha. OJK tetap mencermati pengaruh kebakaran terhadap kegiatan ekonomi.
Data kinerja yang dirujuk adalah posisi Agustus 2026. Aset bank umum tercatat Rp105,27 triliun, dana pihak ketiga Rp54,52 triliun, dan kredit atau pembiayaan Rp55,52 triliun.
Rasio kredit atau pembiayaan bermasalah pada periode tersebut tercatat 2,29 persen. Angka Agustus ini tidak boleh diartikan sebagai pengukuran langsung seluruh dampak karhutla pada Oktober.
OJK melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah serta lembaga jasa keuangan. Pengawasan juga mencakup pelindungan konsumen, literasi, dan inklusi keuangan agar kebutuhan layanan masyarakat tetap diperhatikan.
Sumber rujukan: ANTARA. Ditulis ulang secara orisinal oleh Redaksi JavaNews.
Gambar utama: ilustrasi visual dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), bukan foto dokumentasi peristiwa.












