JavaNews.online – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi melalui kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) yang diberitakan pada 26 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi mitigasi agar masyarakat memahami karakter bahaya gempa, mengenali informasi resmi, serta mengetahui tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah guncangan terjadi. Pengetahuan tersebut penting karena gempa bumi tidak dapat diprediksi secara tepat waktu, sehingga kesiapsiagaan menjadi unsur utama untuk mengurangi risiko.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pemahaman mengenai sumber gempa, potensi dampaknya, jalur evakuasi, dan pentingnya latihan tanggap darurat. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu memantau kanal resmi BMKG.
BMKG mendorong pemerintah daerah, sekolah, komunitas, serta keluarga untuk menyusun rencana evakuasi yang sederhana dan mudah dipahami. Tas siaga, titik kumpul, perlindungan benda berat di dalam rumah, serta komunikasi keluarga saat darurat merupakan langkah yang dapat dipersiapkan sejak dini.
Sumber: Informasi resmi BMKG, 26 September 2026.












